Bergetar hati
disaat bagai terdengar
suara melalui tulisan-tulisan dia...
Terasa malam
seakan hangat dalam dingin
yang menyejuk..
Fikir aku
dalam pekatnya
gelita langit,
tiada apa yang harus dikhuatiri
kerana bulan bersembunyi
cuma seketika..
Bagai biasa,
purnama itu akan muncul semula
walau rentangan langit mencucuk mata.
Ia adalah sinar mentari itu.
Menjadi bukan purnama lagi
tetapi mentari..
Andai diamati
apa beza mentari atau rembulan?
Sedang keduanya adalah asalnya 1?
Siangnya ia bisa menjadi mentari.
Di pekat malamnya adalah rembulan.
Mentari menyinari hidup insani.
Mengeringkan pakaian di jemuran.
menghangatkan tubuh yang kesejukan.
Setelah ia sempurna melakukan
sebahagian tugasnya di waktu siang,
menjadilah ia sang rembulan
yang digilai si pungguk saban malam.
Yang dipuja pasangan kekasih,
hadirnya mereka bak si rembulan..
Indah.. Menawan.. Mengasyikkan..
Sinar si rembulan itu
bisa menyuluh sang pengembara dalam
kesesatan di hutan.
Juga buat peneman kejora yang
bertaburan di dada langit..
Mengapa mahu juga sang rembulan di situ?
Sedang kejora punya bilangan tak terhitung
di atas sana?
Mahu tahu mengapa?
Walau sebanyak mana kejora itu,
ia tidak akan bisa sama cantiknya langit
dengan hadirnya
sang rembulan di situ..............


No comments:
Post a Comment