Hidup umpama si buta.
Melihat dunia cuma dari
jari & tongkatnya..
Bagai si pekak.
Mendengar perkara dari
isyarat lenggok jari-jemari..
Bak si bisu,
meluah butir bicara
dari tarian jemari memberi
isyarat juga menulis rasa..
Tidak di setiapnya
kita mampu lakukan untuk hidup.
Pasti ada yang tak sempurna dimana-mana.
Adakala diam itu
ibarat permata yang tinggi nilainya.
Adakalanya,
ia ibarat membiar duri menusuk kulit.
*akumatikata... (-___-' )


No comments:
Post a Comment