Aku dianugerah pelangi
Dikala sedang penat membanting kecewa.
Aku ditiupi bayu dingin
sehingga terpaksa aku memeluk bara
sebelum aku beku.
Aku suka mengandai sesuatu yang indah itu
seperti pelangi.
Pelangi dan keindahan punya pertautan.
Walaupun keindahannya sementara,
tapi ia pasti berulang
apabila tiba saat dan ketika yang tepat.
Tika malam kian memekat,
aku makin ligat mengetuk papan kaku ini.
Mencurah isi hati
pada laman tandus lagi polos.
Walau tidak bisa dimengerti,
ia tetap setia disini.
Menadahdengar muntah bicara kata
yang tidak selalu asyik.
Namun,
cukup untuk buat aku rasa cukup.


No comments:
Post a Comment